Tampilkan postingan dengan label another story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label another story. Tampilkan semua postingan

When The Stars Go Blue

Read More..

Donor Mata

Kemana badan kita setelah mati? di dalam tanah, membusuk begitu saja, ter-urai bersatu kembali dengan tanah, ada juga yang hanya mengering. Yang jelas, semua kembali menyatu dengan bumi dan tidak berfungsi lagi.
Sungguh sayang kalau semua bagian tubuh kita akhirnya hanya akan membusuk, tidak berguna.

Lalu, kenapa kita tidak donor mata saja, di Indonesia sudah ada bank mata, yang menerima donor atau calon donor yang nantinya akan di pasangkan pada orang-orang yang membutuhkan (semoga saja tidak dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab)

penerima donor tentu saja akan sangat terbantu, dan mata kita tidak akan membusuk sia-sia setelah kita mati.

Jika Anda ingin menjadi calon pendonor mata, datang saja ke Bank Mata Pusat Jl. Letjen S. Parman Kav 87/A3 Jakarta 11420 Telp. 5684527 atau Fax: 62-21-5684527\r\n- Calon donor mata kemudian mengisi formulir yang harus disetujui oleh suami/istri, atau ahli waris lain. Bagi yang masih belum berkeluarga, persetujuan bisa dari orangtua. Calon pendonor mata akan menjadi bagian dari Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra dan diberi kartu anggota lengkap dengan pasfoto. Kartu itu sebaiknya selalu dibawa ke mana pun Anda berada.

Tidak semua orang bisa menyumbangkan matanya jika sudah meninggal. Mereka yang tidak bisa menjadi donor mata jika:

Matanya rusak, misalnya bagian hitam pada bola mata sudah berubah menjadi keputihan akibat kecelakaan atau infeksi.
Mereka yang pernah mengalami operasi katarak.
Penderita glaukoma
Mereka yang mempunyai penyakit kronis akibat virus, seperti hepatitis B dan C, atau AIDS. Pada orang yang menderita penyakit-penyakit tersebut, virus biasanya juga menyebar ke bagian mata.
Mereka yang menderita cytomegalo virus dan menimbulkan Meningitis.
Mereka yang meninggal karena rabies.
Mereka yang menderita kanker sistemis semisal leukimia.

mari kita berbuat sesuatu yang berguna...

Read More..

Simbah

Gerimis cukup deras waktu itu, angin tiba-tiba saja bertiup resah, suara daun-daun sengon sampai terdengar mendesah.
Lebaran hari pertama saat itu, ketika semua senyum terkembang, ketika semua harapan datang.
Kau selau ingat berapa hari aku pergi, pon, wage ,kliwon, legi, pahing. Sudah berapa lapan aku nggak pulang. Dan pagi Jumat kliwon itu kau pergi.
simbah, aku kangen kau..
Masih jelas dalan ingatan kau ceritakan pertemuanmu dengan mbah kakung, kau ceritakan ketika wabah pes menyerang di gubuk-gubuk bilik pengungsi, kau ceritakan ketika kau dan ibuk berlarian menghindari serangan Belanda, kau ceritakan para petani mengejar pesawat dengan membawa bambu runcing, kau ceritakan semua hidupmu..
aaah simbah...
tak kuasa ku tahan air mata..

Read More..

Apa ini?

Ku bungkus dan ku telan,
nyeseg memang, buntalan sebesar itu, juga isi yang, mungkin aku sendiri ga akan bisa menelan kalau membayangkan bentuknya. Tapi ya hanya aku yang bisa menelan, orang lain? tidak. Terlalu pahit mungkin, atau terlalu kasar di tenggorokan, atau terlalu besar untuk mulut manusia yang sebesar ini.
Ku bungkus dan ku telan,
ingin rasanya pingsan saja, atau tidur setahun seperti ular, biar bungkusan itu berjalan di kerongkonganku yang sempit tanpa terasa. Tau-tau udah di perut gitu aja.
Tapi,
apa hebatnya kopi tanpa kita merasakan pahitnya.

menghela nafas, panjang...
ooooommmmmmmmmmmmmm....... satu mantra budha ku ucapkan sambil bermeditasi merasakan getaran alam semesta... ooommmmm.......

Ku bungkus dan ku telan,
bersama nafas panjang yang mungkin saja segera menghabis. bersama mantra yang selalu ku ucapkan, bersama terbersihkannya cakra-cakra yang sinarnya memburai seperti usus arya penangsang yang terburai oleh kerisnya sendiri. bersama...
bersama sesak nafasku sendiri yang tak kuasa menahan ngeri..
yaa.. hanya aku sendiri yang paham, mungkin..

Salah siapa?
aku ingat ralph marston bicara, "tidak perlu menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi padamu, itu hanya akan membuat semua lebih buruk." "If you fall, improve, improve!"

eh.. mungkin ini jalan menuju kehampaan, hampa.. bukan kosong,
"ehmm kau harus bisa bedakan hampa dan kosong ya.." masih tergiang juga kata-kata orang tua di sebuah halte bus di jakarta yang secara tak sengaja ku temukan.
"Mungkin kamu akan segera mati nak" begitu dia bilang..

Read More..

Jathilan

Awal agustus, saya mendapat kesempatan untuk melihat kembali sebuah kesenian tradisional jawa yang lama telah tak saya lihat, Jathilan. Sebuah kesenian yang sudah cukup tua umurnya, di gunakan oleh orang jawa untuk berkomunikasi dengan arwah leluhur, dan Yang mbaurekso desa.
Dengan dandanan yang cukup ngawur untuk ukuran para perias modern, kesenian ini di mainkan oleh 14 orang laki-laki yang dibagi dalam dua kelompok yang di dalam ceritanya, saling bermusuhan.
Selama perang tanding antara dua kelompok itu, yang tentunya berupa tarian-tarian perangnya, akan terjadi kesurupan, trance, di mana arwah akan masuk ke dalam tubuh pemain. Dalam kesurupan itu, tak jarang penduduk setempat menanyakan kepada yang kesurupan tentang obat untuk keluarganya yang sedang sakit, atau hal-hal yang mungkin akan terjadi di desanya.

Di banyak desa di jawa tengah kesenian ini masih ada dan dilestarikan, akan tetapi di beberapa wilayah, kesurupannya telah di hilangkan, karena di anggap tidak sesuai dengan ajaran agama yang dianut.

Read More..

Betapa

Aku lihat seorang perempuan, berjalan menenteng busur dan anak panah sore itu, badannya seksi rupanya elok. Dari penampilannya aku yakin dia bukan seorang pemburu, karena selain dia seksi juga yang di punggungnya bukan seekor kijang mati atau kelinci berlumur darah.Di punggungnya ada sebuah tas punggung yang menggelendot memeluknya.
Dia seorang penari.
yang menarikan tari-tari alus, juga tari perang..
waah aku langsung berpikir, betapa hebatnya manusia ini, perang sajabisa jadi sesuatu yang indah, yang menarik perhatian, yang enak untuk di tonton, yang bisa menghasilkan uang..
Sama sekali unsur kekerasan, darah, kematian, kejahatan dan kehilangan yang ada dalam perang musnah. berganti dengan kemolekan, kecantikan dan keindahan gerak para penarinya.
mengagumkan bukan?
buah kreasi manusia..

Lalu pikiranku aku bawa agak ke atas lagi, betapa Agung dan Besarnya yang menciptakan manusia.
menciptakan keindahan para penari itu, menciptakan otak dan hati para manusia pencipta tarian itu, menciptakan atmosphere keindahan di setiap jiwa manusia...
Betapa indahnya Dia..

Read More..

Harmoni

Suatu ketika,waktu saya sedang duduk-susuk merokok sambil, mendengarkan miles davis, tiba-tiab melintas di pikiran saya bayangan begitu banyak orang, dengan berbagai macam pemikiran, dengan berbagai macam pribadi yang berbeda. Dengan sangat sederhana saya tanyakan kepada diri saya sendiri, kok bisa ya, banyak orang yang berbeda menjadi satu dan rukun.

Lalu saya melihat kembali hubungan antar orang-orang itu, kemudian saya melihat adanya harmoni, adanya pertalian diantara perbedaan itu, adanya kondisi saling melengkapi. seperti musik yang sedang saya dengarkan.
Sekian banyak instrument musik itu, sekian banyak manusia itu, tidak bisa di satukan, tapi dari mereka bisa di ciptakan sebuah harmoni, bisa di ciptakan sebuah keselarasan hingga semua bisa berjalan seperti yang seharusnya

Read More..

Copyright © 2008 - life - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Blogging4