ada kalanya perjalanan kita terhenti begitu saja, semua di depan terlihat begitu gelap, tidak tau lagi apa yang akan kita lakukan, tidak tau lagi kemana harus melangkah. Ketika harapan besar yang telah kita pupuk setelah sekian lama tiba-tiba menjadi suram, ntah disebabkan oleh apa, tiba-tiba menjadi seolah jalan yang kita lalui tak ada ujung.
semua tiba-tiba menjadi kosong, tak ada lagi pegangan, pijakan yang telah sekian lama dibangun tiba-tiba runtuh.. mungkin akan habis semua...
sedih memang,
lalu apa yang harus kita lakukan?
fokus? fokus kemana? karena begitu kita salah menentukan fokus semua akan menjadi lebih buruk.
kembali ke tujuan awal? tujuan yang mana?
puncak tujuan hidup ini akan selalu terlihat setiap saat kita berjalan,
misteri dan ketidak tahuan, juga kebimbangan dan keyakinan adalah bumbu-bumbu yang akan menambah nikmat rasa masakan perjalanan.proses adalah sebuah seni yang indah yang layak diabadikan dalam bingkai kearifan.
terima dengan senyum semua yang datang kepada kita karena itu adalah hal yang terbaik yang layak kita dapatkan. Lihat apa yang kita punya dan kita memiliki semua, lihat apa yang kita tidak punya dan kita tak punya apa-apa.
bersyukur dan nikmati semua keindahan ini
Kalau saja,
Kalau saja semua, semua hal yang kita tau, yang menjadi masalah kita, under our control.
Semua masalah, kita udah tau jawabannya, semua halangan, kita sudah tahu bagaimana mengatasi, apa yang akan datang besok, kita udah tau apa itu, apa yang bakal menimpa kita, kita sudah mengenalinya so kita bisa siapin smua antisipasi untuk menghadapinya.
wow wow wow...
Sungguh nggak seru hidup ini.
Dimana tantangannya, di mana seninya, di mana proses belajarnya?
apa yang bisa kita petik kalau kita sudah tau semua, kesempatan-kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal baru juga, tidak akan pernah ada.
Memang, hidup ini banyak yang mengatakan berat, susah,
ya inilah hidup, ada beratnya ada susahnya..
Tapi,..
Bukankah dari situ kita belajar?
Bukankah dari situ kita mendapatkan banyak hal, berjuta kesempatan untuk menjadi lebih baik dan maju?
dari situ kita akan tau bagaimana kita bisa beradaptasi dengan masalah, melewatinya bukan kok malah menghindarinya..menyaring apa yang bermanfaat bukan kok malah membuangnya karena pahit.
Yahh... hidup kadang kala bermasalah, tapi dari situ anda bisa tahu siapa anda, anda bisa mengenali cara anda memecahkan masalah.
Lalaui dan jangan hindari..
petiklah berjuta kesempatan dan kemungkinan bagus yang ada dalam masalah anda..
Dan hidup ini bakalan lebih colorfull, indah, seru, banyak tantangan, dan..mengasyikkan...
The only way to lose is to quit. As long as you continue
to make the effort, you have not lost.
Everyone experiences setbacks. However, those who
achieve the most experience the most setbacks because
they persist as long as it takes to reach each goal.
Does it ever seem that you are blocked in every
direction? That's the time to get creative, become
more flexible, and open yourself to the possibilities
that are most certainly there.
Sometimes when you get stuck in a rut, the rut can
suddenly and unexpectedly run out. What a great
opportunity that can be for you to climb out of
that rut, look around, and see all the valuable
things you've been missing.
Never quit. Use each setback, each disappointment,
and each success, as a cue to push on ahead with
more determination than ever before.
Never quit, and you will create the life you choose.
Ralph Marston
Pikirkan,
Pikirkan betapa egoisnya kita ketika kita selalu berusaha mencari keuntungan lebih dan lebih dan lupa memberi,
Pikirkan bagimana egoisnya kita ketika kita menuntut dan selalu menuntut lebih kepada pasangan kita dan tidak meningkatkan mutu dan kualitas sikap serta perlakuan kita kepadanya,
Hidup ini adalah saling,
Saling melengkapi, saling memberi, saling menghormati dan sebagainya. Ketika kita ingin menjadi seorang pemberi yang baik, kita juga harus menjdi seorang penerima yang baik. Ketika kita ingin dimengerti, kita juga harus mengerti. Saling mengerti.
Sekedar mengingatkan pada diri saya apa yang harus saya lakukan.
Mengeluh tempaknya sudah menjadi bagian dari keseharian hidup kita saya kira, meskipun tidak untuk semua orang. Kita sakit,kita mengeluh, sedih mengeluh, tidak punya uang, kita juga mengeluh. Pendek kata apabila kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, kita akan mengeluarkan keluhan-keluhan kita, baik itu di dalam hati, atapun di ungkapkan dalam tulisan atau juga di ungkapkan secara lisan kepada teman, sahabat ataupun keluarga.
Namun di balik itu semua, mari kita coba kembali merenungkan, apa kira-kira manfaat dari mengeluh, apa hasil positif dari mengeluh?
Mengeluh tak lain dan tak bukan, hanya akan semakin menjerumuskan kita ke dalam situasi yang semakin sulit. Misalkan saja saat sebelum mengeluh kesulitan kita, kalau dapat dihitung adalah sejumah X, dan setelah kita mengeluh saya yakin kesulitan itu akan bertambah sejumah lebih dari X.
Terlalu banyak mengeluh akan menciptakan rasa yang selalu mengasihani diri sendiri, tidak rela kalau orang lain lebih menderita dari pada dirinya. Misalkan ketika si A bilang "duh bulan ini pengeluaran saya banyak sekali, sekarang hutang saya banyak, saya tak punya uang". Biasanya seorang pengeluh akan menimpali dengan kata-kata yang lebih seperti "waah, kamu baru sebulan, saya lho.. sepanjang hidup saya utang dan susah".
Seorang pengeluh juga akan secara tidak sadar bangga akan penderitaan yang dialaminya sehingga dia akan secara tidak sadar pula mendramatisir penderitaannya itu.
sampai di sini tentang mengeluh.. sudahkan anda memikirkan manfaatnya?..
bagaimana?... tidak ada kan?
Perlu di ingat bahwa mengeluh juga mengeluarkan tenaga. membuang energy, dan.. hanya dibuang untuk hal yang percuma dan tidak bermanfaat..
kenapa kita tidak mencoba berpikit positif, membalik keluhan-keluhan kita menjadi pijakan untuk berusaha lebih keras, menjadikannya sebagai cambuk yang akan membuat kita selalu bersemangat mengubah hidup kita menjadi lebih baik.
energy yang kitab uang untuk mengeluh, bisa kita alokasikan untuk memikirkan cara-cara terbaik lepas dari kesulitan. mencari jalan untuk bisa menikmati apa yang ada. Dan bisa mensyukuri apapun yang di dapatkan.
Hidup akan sangat nyaman dan tentram bila kita selalu bisa menyukuri apa yang didapat, berapapun jumlahnya, apapun bentuknya semua pasti punya sisi baik.
Memang ada banyak hal yangtak bisa berubah di dalam hidup ini, namun banyak pula hal yang.bisa berubah. Untuk hal-hal yang tak bisa berubah, kenapa kita takmencoba menjadikannya sebagai dasar pijakan langkah kita? menjadikannya sebagai panduan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada? menjadikannya sebagai guru karena dari hal itu akan banyak sekali timbul variasi-variasi kemungkinan pemecahan masalah.
Dan untuk hal-hal yang dapat berubah sudah selayaknya kita mengolahnya dengan benar,dengan cara yang positif, dengan cara yang selalu berorientasi ke depan.
Jadi, marikita tinjaukembali, apakah kita masih sering mengeluh, mengasihani diri sendiri, dan semacamnya?
Read More..Ya. kita sendiri yang memutuskan apa sesuatu itu baik atau buruk bagi kita, apa sesuatu itu enak atau tidak bagi kita
Itu hanyalah masalah anggapan dan pendapat. Bahwa hal ini nyaman, hal itu memuakkan, hal lain menyakitkan
Paling enak, kalau kita selalu bisa menikmati apa yang ada, melihat dari sisi positif dan menanggapinya dengan tepat.
Fokus pada hal yang positif, instead of the negative side..
ketika kita jatuh, kenapa kita tidak fokus pada apa yang bisa mambuat kita bangun lagi, kenapa kita hanya fokus pada kejatuhan kita, berlarut larut menggeluti kesedihan...
manusia, lagi-lagi manusia, dan kita hanya manusia yang tidak bisa selamanya melangkah di jalan yang tepat.
Demikian bagi sebagian besar orang. perubahan itu menakutkan. Perubahan itu membawa sesuatu hal yang baru ke dalam hidup kita. Perubahan itu mengurangi atau bahkan menghilangkan hal-hal yang telah ada dalam hidup kita.
Tapi benarkah kita harus takut pada perubahan? untuk perubahan ke arah yang lebih baik memang sudah seharusnya kita senang, tapi untuk perubahan ke arah yang "kita anggap" lebih buruk, haruskah kita takut?
"Kita anggap" lebih buruk, benarkah itu nantinya akan menjadi buruk? bukankah kita belum mengalaminya? bukankah kita belum menjejakkan kaki kita di atas jalan-jalan baru kita itu? Kita manusia dengan kemampuan beradaptasi yang demikian hebatnya ini, akan menyesuaikan diri dengan keadaan yang kita anggap lebih buruk itu.
Kalau kita akan berjalan, sudah seharusnya kita punya gambaran akan jalan yang akan kita tempuh itu. kita susah seharusnya membuat peta jalan-jalan itu, dan meperkirakan dimana dia akan berakhir, sehingga kita akan dengan nyaman menjejakkan kaki di sana.
Meskipun pertamanya terlihat buruk, mungkin tersimpan berjuta manfaat di sana, berjuta pelajaran berharga untuk memetakan jalan-jalan lain yang nantinya harus kita tempuh.