seperti aliran embun pagi yang menghunjam lembut ke dalam relung dahagaku,
kurasakan sesuatu yang aneh mengalir dalam pembuluh-pembuluh darahku..
mengucurkan sebuah tekad yang hangat..
sebuah keyakinan nan lembut untuk mengalirkan hidupku pada sebuah jalan yang begitu indah ku lihat..
dan betapa ingin ku bisikkan semua ini di kupingmu
betapa ingin ku bersujud bersama di depanNya
Dingin...hening..senyap..tenang..tenggelam dan tanpa nafas.. kubayangkan aku dalam pelukan air bening yang memelukku erat tak di lepaskan.merebut nafasku dan menyatukanku dengan Yang Esa. Sesak..sakit..bahkan suara teriakan pun tak keluar ketika air itu menggantikan udara di paru-paruku yang menghidupi alveoli alveoli.. menyaringkan oksigen untuk pasokan bahan bakar tubuhku..
aah.. ini gila..
biarkan aku hidup lebih lama..
Aku lihat seorang perempuan, berjalan menenteng busur dan anak panah sore itu, badannya seksi rupanya elok. Dari penampilannya aku yakin dia bukan seorang pemburu, karena selain dia seksi juga yang di punggungnya bukan seekor kijang mati atau kelinci berlumur darah.Di punggungnya ada sebuah tas punggung yang menggelendot memeluknya.
Dia seorang penari.
yang menarikan tari-tari alus, juga tari perang..
waah aku langsung berpikir, betapa hebatnya manusia ini, perang sajabisa jadi sesuatu yang indah, yang menarik perhatian, yang enak untuk di tonton, yang bisa menghasilkan uang..
Sama sekali unsur kekerasan, darah, kematian, kejahatan dan kehilangan yang ada dalam perang musnah. berganti dengan kemolekan, kecantikan dan keindahan gerak para penarinya.
mengagumkan bukan?
buah kreasi manusia..
menciptakan keindahan para penari itu, menciptakan otak dan hati para manusia pencipta tarian itu, menciptakan atmosphere keindahan di setiap jiwa manusia...
Betapa indahnya Dia.. Read More..
limabelas hari setelah aku mati,
bernyanyilah karna aku tlah pergi.
limabelas hari setelah aku mati,
bulan kan berseri karna ku pergi saat dia sembunyi
maka bakarlah kemenyan wangi biar perayaan itu tak tampak basi
Bergembiralah karna ku tlang menghadap Yang Suci
tak ada lagi getirnya hati
tak ada lagi sakitnya duri
limabelas hari setelah ku mati
jangan kau ingat aku lagi, dan jangan jadikan hidupmu sepi..